HealthcareUpdate News

Mengapa Warga Perkotaan Lebih Rentan Kena Kanker? Gaya Hidup Modern Jadi Salah Satu Pemicunya

Tinggal di perkotaan ternyata tidak hanya menawarkan kemudahan hidup, tetapi juga membawa risiko kesehatan yang lebih besar karena pola hidup modern membuat masyarakat kota lebih rentan terkena kanker

Banyak orang menganggap kanker lebih banyak disebabkan oleh faktor keturunan. Padahal, para pakar menegaskan bahwa sebagian besar kasus kanker justru berkembang akibat kombinasi berbagai faktor risiko yang berlangsung selama bertahun-tahun, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, obesitas, hingga paparan polusi udara.

Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan dalam dua dekade terakhir disebut turut mengubah peta penyakit kanker di dunia. Senior Consultant Medical Oncologist Parkway Cancer Centre Singapura, Dr. See Hui Ti mengungkapkan, berkurangnya aktivitas fisik, meningkatnya angka obesitas, serta pola makan tinggi gula menjadi faktor yang ikut meningkatkan risiko sejumlah jenis kanker, khususnya kanker payudara dan kanker endometrium.

Pola hidup masyarakat kota memang mengalami perubahan yang cukup signifikan. Banyak pekerja menghabiskan waktu delapan hingga sepuluh jam setiap hari dengan duduk di depan komputer. Mobilitas yang tinggi juga membuat masyarakat perkotaan lebih sering mengonsumsi makanan cepat saji, minuman tinggi gula, dan makanan ultra proses karena alasan kepraktisan.

Kondisi tersebut diperparah dengan rendahnya aktivitas fisik. Tidak sedikit pekerja yang menghabiskan waktu berjam-jam di perjalanan menuju kantor dan baru tiba di rumah pada malam hari dalam keadaan lelah sehingga mengurangi waktu untuk berolahraga secara rutin.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 30 hingga 50 persen kasus kanker sebenarnya dapat dicegah dengan mengendalikan faktor-faktor risiko yang dapat dimodifikasi, seperti tidak merokok, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan sehat, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur.

Read More  Swedia Hadirkan Wisata Resep Dokter, Perpaduan Liburan dan Terapi Kesehatan

Selain gaya hidup, polusi udara juga menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat perkotaan setiap hari terpapar polusi dari kendaraan bermotor, aktivitas industri, hingga asap rokok di lingkungan sekitar. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan polusi udara dalam jangka panjang berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker paru dan berbagai penyakit kronis lainnya.

Faktor lain yang sering luput dari perhatian adalah obesitas. Kelebihan berat badan tidak hanya meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung, tetapi juga berkaitan dengan meningkatnya risiko sejumlah jenis kanker seperti kanker payudara, kanker usus besar, kanker rahim, hingga kanker ginjal. Obesitas diketahui memengaruhi keseimbangan hormon dan meningkatkan peradangan kronis dalam tubuh yang dapat memicu pertumbuhan sel abnormal.

Sayangnya, masyarakat perkotaan juga cenderung memiliki kualitas tidur yang kurang baik akibat tingginya tingkat stres dan padatnya aktivitas. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan keseimbangan hormonal yang pada akhirnya turut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis.

Kementerian Kesehatan RI mencatat kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Data GLOBOCAN menunjukkan terdapat lebih dari 400 ribu kasus baru kanker setiap tahunnya di Indonesia dengan angka kematian yang mencapai lebih dari 240 ribu kasus. Ironisnya, lebih dari 80 persen pasien kanker di Indonesia baru terdiagnosis ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut sehingga peluang kesembuhannya menjadi lebih kecil.

Para pakar mengingatkan bahwa kanker bukanlah penyakit yang muncul dalam waktu singkat. Sebagian besar kanker berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun akibat akumulasi berbagai faktor risiko yang saling berkaitan. Karena itu, perubahan gaya hidup yang dilakukan sejak dini akan memberikan manfaat besar dalam menurunkan risiko kanker di kemudian hari.

Read More  Kebiasaan Buruk Pakai Septic Tank Bisa Picu Kebakaran Rumah, Ini Penyebabnya

Masyarakat perkotaan sebenarnya tetap dapat menekan risiko kanker dengan melakukan berbagai langkah sederhana. Berjalan kaki selama 30 menit setiap hari, mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah penting yang dapat dilakukan.

Bagi perempuan berusia di atas 40 tahun, pemeriksaan mammografi secara berkala juga sangat dianjurkan untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini. Sementara itu, skrining kanker serviks melalui pemeriksaan HPV DNA Test maupun IVA juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

Pada akhirnya, tinggal di kota besar bukan berarti seseorang pasti akan terkena kanker. Namun, pola hidup masyarakat perkotaan yang serba cepat dan minim aktivitas fisik memang dapat meningkatkan berbagai faktor risiko penyakit tersebut. Kabar baiknya, sebagian besar faktor risiko tersebut masih dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan deteksi dini yang dilakukan secara rutin.

Back to top button